Marriage is Scary? Dalam Kehidupan Islam Tak Akan Pernah Terjadi


Oleh : Oom Badriah S.Psi (Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Muslimah)

Marriage is Scary begitulah istilah sedang booming dikalangan warganet untuk menggambarkan tentang begitu mengerikannya kehidupan pernikahan dengan segala drama dan tragedinya yang dipertontonkan dalam kehidupan masyarakat kita dari yang paling ringan sampai yang paling mengerikan. Seperti tragedi yang membuat hati miris baru-baru ini yaitu kasus pasutri ditemukan tewas di rumah kontrakan, dimana sang istri ditemukan tewas dicekik diduga dibunuh oleh suaminya. lalu sang suami juga ditemukan mati gantung diri. Perselisihan serius masalah rumah tangga disinyalir menjadi pemicu peristiwa ini terjadi.

Inilah hanyalah sedikit dari puncak gunung es kasus tragedi rumah tangga yang menjadi gambaran marriage is scary yang semakin menguatkan persepsi publik tentang ngerinya kehidupan rumah tangga.

Rumah tangga yang harusnya menjadi baity jannati (rumahku syurgaku) tempat dimana pasangan dan keluarga menemukan tempat istirahat dan pelarian yang nyaman dari kehidupan diluar yang keras malah justru menjadi neraka dunia.

Kehidupan kapitalistik sekuler dengan nilai nilai materialistisnya berpengaruh terhadap berbagai sendi kehidupan salah satunya kehidupan interaksi suami istri yang dalam sistem kehidupan serba kapitalistik dilandasi oleh nilai-nilai materialisme yang hanya akan berakhir tragis, karena tidak ditopang oleh fondasi yang kuat dari aqidah yg luhur. Belum lagi tatanan pergaulan yang rusak akibat liberalisme, pendidikan sekuler, ruang hidup yang sempit dan sistem ekonomi kapitalistik yang memberikan banyak tekanan terhadap individu masyarakat semakin memperparah interaksi dalam kehidupan rumah tangga. 

Islam adalah agama sekaligus aturan hidup yang lengkap termasuk dalam masalah rumah tangga. Dalam Islam rumah tangga memiliki peranan penting dan strategis dalam peradaban umat manusia. Oleh karenanya Islam menempatkan aqad pernikahan sebagai mitsaqon ghaliza (perjanjian yang berat) sehingga tatanan interaksi suami istri dan keluarga diberikan aturan sedetil dan selengkap mungkin agar pernikahan menjadi surga dunia bukan petaka. 

Dalam Islam interaksi antara suami istri dan anggota keluarga dilandasi dengan nilai-nilai aqidah berupa kasih sayang karena Allah dan dirawat dengan ketaatan terhadap aturan syara dalam mengatur peran dan tanggungjawab juga hak-hak setiap anggota keluarga. Bukan nilai materiame yang transaksional.

Aturan Islam juga mengatur tatanan pergaulan masyarakat dengan seperangkat aturan yang detil seperti bagaimana kompleksitas pengaturan kehidupan umum dan khusus yang didalamnya memuat banyak aturan rinci seperti larangan untuk khalwat, ikhtilat, pembagian waktu aurat, peran dan tanggungjawab suami, peran dan tanggungjawab istri, hadhonah, dll.

Disisi lain Islam juga memiliki aturan ekonomi yang khas yang memungkinkan kesejahteraan diraih oleh individu per individu sebagai tanggung jawab negara mengatur dan menyelenggarakan prinsip ekonomi Islam. Sementara nilai-nilai sosial dimasyarakat dilandasi dengan semangat meraih ridho Allah bukan validasi manusia atau nilai materialistis lainya yang dibangun melalui proses pendidikan berbasis aqidah Islam.

Demikianlah jika Islam ditegakkan dan diterapkan dengan menyeluruh maka akan menghasilkan tatanan kehidupan yang berkah dan tumaninah termasuk dalam kehidupan rumah tangga hingga tragedi marriage is scary tak akan pernah terjadi. Wallahu alam bissawwab.




Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.

Posting Komentar

0 Komentar