Oleh: Imas Royani, S.Pd.
Senang rasanya dapat berjumpa dengan Ramadhan. Dapat sahur dan berbuka bersama keluarga tercinta dengan penuh sukacita di tempat yang aman dan nyaman dengan beragam makanan dan minuman. Kita juga dapat melaksanakan tadarusan dan shalat tarawih berjamaah sekaligus meningkatkan silahturahmi dengan saudara muslim lainnya. Masya Allah.. Alhamdulillah! Bahkan kadang sering kebingungan menghabiskan makanan sedang perut telah penuh pula. Coba bisa berbagi dengan saudara kita di Gaza Palestina!
Saat ini, Gaza masih berkecamuk dalam kesedihan dan keterpurukan. Rumah-rumah, masjid-masjid, sekolah, universitas, rumah sakit, pasar dihancurkan. Semuanya luluh lantak hanya menyisakan puing-puing bangunan. Saudara kita di Gaza melaksanakan shalat berjamaah di antara reruntuhan bangunan.
Di tengah kesepakatan gencatan senjata, Zion*s Yahudi tidak menghentikan serangan. Bahkan, mereka menghalangi mobil dan peralatan konstruksi memasuki wilayah Gaza dengan alasan masalah keamanan. Di sisi lain, Hamas membebaskan 6 sandera Zion*s Yahudi di Nuseirat, Gaza pada Sabtu (22/2/2025). Namun, Zion*s Yahudi lagi-lagi ingkar janji. Mereka menunda pembebasan 600 tahanan Palestina yang telah disetujui untuk dibebaskan.
Sedangkan di Palestina bagian Tepi Barat (West Bank), Zion*s telah resmi mengumukan bahwa mereka akan kembali membatasi jamaah yang akan memasuki kompleks masjid Al-Aqsa untuk shalat selama Ramadhan 1446 H. Bukan cuma membatasi bahkan melarang beribadah ke Masjidil Aqsa, Zion*s juga terus meratakan kamp-kamp pengungsian di beberapa kota, menculik orang dewasa hingga anak-anak, dan menyerang rumah-rumah kaum Muslimin di sana.
Yang lebih menyakitkan adalah Rencana Donald Trump akan mengambil alih wilayah Gaza dengan terlebih dahulu akan memindahkan paksa warga Palestina. Rencana Trump itu memicu kekhawatiran bahwa dia akan mendukung kampanye pembersihan etnis Palestina di Gaza. Selama konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa warga Palestina akan senang meninggalkan Gaza. Menurutnya, AS akan mengambil alih kepemilikan jangka panjang atas Jalur Gaza sementara wilayah tersebut dibangun kembali dan dikembangkan kembali sebagai "Riviera of the Middle East".
Pada 5 Maret 2025, Trump menolak usulan Mesir dan negara-negara Arab sekitar untuk membangun kembali Gaza setelah luluh lantak. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan bahwa Trump masih sangat bisa dan berambisi mengambil alih Gaza. Dia ingin membangun Gaza yang baru sesuai impiannya, yang bebas dari Hamas.
Sungguh seluruh krisis yang terjadi di dunia, khususnya dunia Islam, termasuk penjajahan Zion*s di Palestina, adalah akibat bercokolnya ideologi kapitalisme yang diemban negara Barat, Amerika, dan sekutunya. Mereka berkehendak melemahkan kepemimpinan umat Islam dengan menciptakan krisis berkepanjangan di negeri-negeri Islam, memecah kekuatan mereka, merebut kekayaan mereka, serta mengangkangi kedaulatan mereka.
Bahkan negara semakmur Indonesia tidak mampu mensejahterakan muslim Palestina. Jangankan mensejahterakan muslim Palestina, rakyat Indonesia sendiri masih jauh dari sejahtera. Indonesia juga hanya mampu mengirimkan TNI-nya ke Palestina untuk menjadi tentara keamanan di sana. Bukan untuk berjihad mengusir Zion*s.
Padahal jihad adalah mahkota kewajiban yang dengannya kedamaian akan tercipta. Pahala besar menanti. Tidak perlu takut, sebab kita berada di pihak yang benar. Hal demikian adalah bagian dari tugas kita yaitu mengerjakan kebajikan. Jikapun harus gugur maka akan dicatat sebagai syuhada dan para syuhada hakikatnya tidak pernah mati, mereka tetap hidup bahkan mendapat keistimewaan, yaitu masuk surga tanpa hisab. Bukankah itu yang dicita-citakan?
Sedangkan orang-orang yang sombong serta durjana semacam Trump dan Zion*s, akan mendapat azab yang pedih. Allah SWT. berfirman:
فَاَ مَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ وَ يَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۚ وَاَ مَّا الَّذِيْنَ اسْتَـنْكَفُوْا وَا سْتَكْبَرُوْا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا اَ لِيْمًا ۙ وَّلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah." (QS. An-Nisa': 173).
Maka untuk membersihkan Zion*s Yahudi dari Palestina, kaum muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia harus berani mengambil langkah konkret dan taktis. Pertama, jangan lagi berharap pada lembaga dunia seperti PBB. Kedua, menyeret Zion*s Yahudi ke Mahkamah Internasional atas kejahatan kemanusiaan adalah hal yang mustahil. Ketiga, two state solution dan diplomasi bukanlah solusi. Keempat, persatuan kaum muslim harus diwujudkan.
Masalah Palestina adalah masalah kaum muslim. Tidak boleh ada seorang pun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain. Apalagi kepada perampok dan penjajah seperti Zion*s Yahudi. Oleh karena itu, sikap seharusnya terhadap mereka yang telah merampas tanah Palestina adalah sebagaimana yang telah Allah SWT. perintahkan dalam QS. At-Taubah: 14 , yakni perangi dan usir!
Ketiadaan Khilafah membuat negeri-negeri muslim terjajah dan terisolasi. Oleh karenanya, penegakan Khilafah sebagai solusi atas Palestina dan negeri muslim lainnya adalah perkara mendesak dan penting. Tegaknya Khilafah harus terus diperjuangkan dan diserukan hingga kaum muslim memiliki kesadaran menjadikan Islam sebagai aturan bernegara. Umat harus memiliki kesadaran politik bahwa nasib Islam dan kaum muslim tidak akan mulia dengan ikatan kebangsaan. Kemuliaan dan kehormatan Islam dan kaum muslim hanya akan terwujud dalam ikatan akidah Islam serta penyatuan negeri-negeri muslim dalam naungan Khilafah.
Tidak ada solusi lain bagi Palestina selain Khilafah Islamiah. Dengan Khilafah, sekat bangsa akan tercerai, persatuan kaum muslim akan mewujud. Akidah Islam menjadi fondasi kekuatan umat Islam. Khalifah akan menyerukan jihad memerangi musuh-musuh Islam. Hanya jihad dan Khilafah solusi fundamental untuk Palestina dan negeri muslim lainnya yang masih terjajah.
Dengan Khilafah, muslim Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya termasuk Indonesia, tidak akan lagi merasakan duka pada bulan suci Ramadhan. Pembebasan Palestina akan menjadi kabar gembira yang disambut penuh sukacita oleh seluruh kaum muslim. Kehadiran Khilafah menjadikan Ramadhan yang bahagia, khusyuk beribadah, dan berkah bagi kita semua. Semoga tahun ini adalah Ramadhan terakhir tanpa Khilafah. Wallahu'alam bishshawab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.
0 Komentar