Oleh: Yuni Indawati
Kasus pencurian ponsel pintar di Bali belakangan ini sering terjadi, apalagi saat menjelang hari raya. Hal ini merupakan refleksi atas kegagalan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pencurian ponsel pintar ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian non-materiil, seperti kehilangan data penting dan privasi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kapitalis sekuler yang diterapkan oleh negara saat ini tidak mampu melindungi masyarakat dari kerusakan moral. Sistem yang cenderung memprioritaskan kepentingan individu dan golongan ini, seringkali mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan yang jauh dari syariat Allah.
Sejatinya, untuk menjaga nilai-nilai spiritual dan moral seseorang, maka perlu peran negara. Yaitu dalam penerapan sistem pendidikan, ekonomi dan politik yang sesuai dengan apa yang termaktub di dalam Al Qur'an maupun hadist, karena hanya dengan menerapkan hukum-hukum Allah SWT inilah yang akan mampu memberikan solusi yang benar sesuai dengan fitrah manusia.
Sebagai umat Islam, kita harus menyadari bahwa tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka sudah sepatutnya setiap perbuatan dan tingkah laku kita harus bernilai ibadah, sehingga kita dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia maupun akhirat.
Demikianlah aturan Allah SWT akan menjadikan manusia memiliki keimanan yang tinggi serta senantiasa menjadikan pahala dan dosa sebagai acuan dalam berperilaku baik untuk dirinya sendiri maupun dalam bermasyarakat. Allahua'lam bishowab.
Penulis bertanggung jawab atas segala sesuatu di tiap-tiap bagian tulisannya. Dengan begitu, ia jugalah yang akan menanggung risiko apabila terdapat kesalahan atau ketidaksesuaian.
0 Komentar